Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

Terjebak diantara Kumpulan Om Tante di Konser Kla Project

By Heriyanto Rantelino   Posted at  09.02   musik No comments

Merefleksikan diri sejenak dari segala rutinitas dengan menyaksikan langsung konser Kla Project. Setelah tegok kanan-kiri ternyata rata-rata penontonnya didominasi orang-orang yang umurnya sama dengan tante dan omku.Eh,ternyata diantara barisan penonton, hadir juga Gubernur Sulsel dan Kapolda Sulsel.
Ada beberapa tingkah menggelikan para penonton yang menarik perhatian saya ketika Kla Project menyanyi. Tanpa sadar umur, mereka goyang kiri ke kanan, berangkulan satu sama lain, ada pasangan yang bersandar sambil usap kepala pasangannya, naik di kursi sambil lambaikan tangan dan ada juga yang awalnya jaim-jaim tapi lama-lama heboh sendiri. Ini tanda bahwa Katon Bagaskara Cs sukses membuat mereka kembali merasakan masa-masa mudanya di era 80an. Semangat muda mereka menggelora kembali. Baru kali ini saya lihat kumpulan om dan tante yang labil. Hahaha
Btw, saya ucapkan terima kasih pada Little Papa Entertaiment selalu pihak EO terutama Kanda Munir dan Kanda Wahyu yang sudah memberikan dua tiket silvernya.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Berkat Menulis di Blog

By Heriyanto Rantelino   Posted at  06.05   menulis No comments


Perkenalkan, saya adalah  blogger muda asal Makassar. Kebanyakan artikel blog yang saya posting mengenai kepemudaan dan pariwisata.

Saya mendapat banyak manfaat menjadi seorang blogger seperti mendapat undangan dari lembaga yang memperjuangan kegiatan anti korupsi  yaitu Transparancy Internasional Indonesia dan Kanal KPK. Sebagai pemuda, saya dimintai pandangan mengenai kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan pemuda dalam rangka penanaman sejak dini bibit anti korupsi dikalangan pemuda. Dari kegiatan ini, salah satu tulisan saya muncul di Newsletter  Transparancy Internasional.

Disamping itu, saya mendapat kesempatan dari Kementrian Pariwisata Indonesia untuk mengambil bagian dalam workshop mempromosikan pariwisata di dunia maya. Suatu kesempatan yang luar biasa bisa menimba ilmu dari pakar-pakar wisata mengenai kiat-kiat kreatif dalam mempromosikan wisata Indonesia.

Berkat menekuni dunia blogger, saya berkesempatan bertemu dengan salah satu tokoh inspiratif di Indonesia yaitu Prof. Nurdin Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bantaeng.  Bersama blogger lainnya,  Beliau memberikan inspirasi khususnya kepada kami para pemuda mengenai integritas, mengedepankan kejujuran,  bertanggung jawab dan menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat.

Selain itu, saya menjadi perwakilan salah satu komunitas Blogger yang membidani  semua civitas akademika kampus yang punya blog  baik dosen maupun mahasiswa. Saya satu-satunya perwakilan dari Makassar untuk datang ke Jakarta mengikuti ajang gathering atau kumpul-kumpul dengan perwakilan komunitas lainnya. Saya banyak belajar mengenai bagaimana membesarkan dan menciptakan kenyamanan dalam organisasi. Suatu tanggung jawab yang besar mewadahi semua blogger kampus di seluruh Indonesia.
Beberapa kali juga saya mendapat kesempatan mereview beberapa produk dan layanan jasa baik itu mengenai gadget, otomotif, layanan perbankan, travelling dan masih banyak lagi. Saya juga pernah memenangkan dua kompetisi menulis blog.

Adalah suatu kesempatan yang luar biasa nantinya jika saya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para anggota MPR dimana saya bisa mendapatkan ilmu dan bisa sharing mengenai komitmen para anggota MPR dalam berkontribusi memajukan Indonesia khususnya mengenai pengembangan potensi pemuda, langkah penanaman dini  budaya anti korupsi di kalangan pemuda, dan juga tentang langkah dalam  mempromosikan kekayaan wisata di Indonesia.

Salam dari Blogger Pemuda Makassar.





Rabu, 21 Oktober 2015

Menimba Ilmu Sekaligus Belajar Toleransi di Organisasi Muslim dan Tionghoa

By Heriyanto Rantelino   Posted at  06.17   toleransi No comments

http://news.xinhuanet.com/

            Merantau dari Toraja ke Makassar untuk menimba ilmu di Universitas Hasanuddin adalah suatu pengalaman yang luar biasa karena ini kali pertama saya harus hidup jauh dari orang tua. Karena saat itu saya termasuk golongan anak rumahan, maka banyak yang khawatir apakah saya bisa hidup mandiri di Kota Daeng. 
           Tujuh tahun di Kota Daeng mengajarkan banyak hal terutama  bagaimana kehidupan di Kota besar mampu mengubah pola pikir yang selama ini berlandaskan mitos. Salah satunya menyangkut tentang isu agama.
          Sewaktu di Toraja, saya diwanti-wanti bahwa hati-hati bergaul dengan orang Muslim karena mereka fanatik dan tak segan-segan bertindak nekat kalau mereka tahu saya seorang Nasrani. Setelah saya tiba Ibukota Sulawesi Selatan ini, ternyata persepsi itu salah besar. Ternyata mereka adalah orang yang baik, ramah dan tak sekejam yang digambarkan. Memang sih, ada ormas yang suka bertindak anarkis, tapi toh mereka melakukan tersebut karena memang ada penyebabnya.
      Pemahaman saya tentang kebaikan orang  Muslim semakin terasah ketika saya tergabung di organisasi Forum Lingkar Pena Ranting Universitas Hasanuddin. Sekedar info, organisasi ini adalah organisasi kepenulisan yang terbesar di Indonesia dimana anggotanya didominasi oleh kaum muslim. Di ranting/cabang ku sendiri kala itu, 100% anggotanya berasal dari kaum muslim. Walaupun begitu, ketika saya mendaftarkan diri dan bergabung , mereka tenang-tenang saja tuh. Boleh dikata, merekalah yang mengajarkan saya bagaimana merangkai kata-kata yang baik sehingga menjadi kalimat yang indah dan saya juga diajarkan bagaimana indahnya persaudaraan dan persatuan di antara mereka.  Persepsi bahwa orang Muslim itu kejam menjadi pudar dari otakku.
        Di lain tempat, ketika saya menjalani kuliah praktek di Surabaya, saya  bertemu dengan warga Jemaat Gereja Gatototan yang dari pengamatanku, jemaatnya berasal dari 100% orang Tionghoa. Ada persepsi bahwa orang Tionghoa itu adalah orang yang sombong, angkuh dan memandang remeh kaum pribumi . Walaupun hanya satu bulan berkumpul bersama mereka, namun memberikan banyak pelajaran bahwa mereka adalah orang yang tulus melayani dengan ikhlas dan tak membeda-bedakan mana pribumi mana yang seetnisnya.

            Saya berterima kasih kepada organisasi FLP dan Jemaat Gatotan Surabaya yang telah memberikan pelajaran hidup bagaimana hidup rukun ditengah perbedaan. Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu melainkan suatu bagian warna dalam kehidupan ini. 

Selasa, 29 September 2015

Panduan Menerawang Calon Rekan Bisnis Yang Baik ala Mahasiswa

By Heriyanto Rantelino   Posted at  16.50   Pemuda No comments

http://resellersukses.com/

Perlu waspada yang Guys, kalau tiba-tiba ada orang yang sebelumnya  belum kita  kenal yang mengajak kita menjadi salah satu parner bisnisnya. Jangan melulu karena kita masih mahasiswa yang butuh banyak keperluan, tiba-tiba kita mengiyakan dengan pikiran kesempatan tidak datang dua  kali.

Ini adalah salah satu pengalaman saya yang ingin saya bagikan tentang cara menerawang apakah orang itu rekan bisnis yang baik atau tidak. Berikut daftar hal-hal yang perlu kita perhatikan

1. Dalam hal janjian, jika calon rekan bisnis kita mengundang kita di satu tempat sekaligus sebagai awal pertemuan, Dia seharusnya datang lebih dahulu atau setidaknya kalau kita duluan tiba, kita tak menunggu paling lama 30 menit. Kalau lebih dari itu, artinya orang tersebut tidak konsisten dengan janjinya dan tak menghargai waktu. Orang tersebut sebenarnya kurang layak jadi rekan bisnis soalnya dia tak bisa menghargai pengorbanan yang kita lakukan dengan menyempatkan waktu bertemu dengannya. Ini sama halnya dia tipe orang yang manajemen waktunya tak baik. Jadi patut pertimbangkan rekan bisnis tersebut.

2. Calon rekan bisnis yang profesional dan baik tentunya akan menghargai, menjaga etika dan menjamu parner bisnisnya dengan layanan prima terutama saat di awal pertemuan agar dapat kesan yang baik. Jangan mentang2 kita masih muda jadi diperlakukan seenaknya.  Misalnya saja dia pesan makanan atau minuman tanpa bertanya kepada kita mau pesan apa juga atau dia tiba-tiba angkat teleponnya tanpa permisi saat kita sedang berbncang2. Etikanya jika dia mengganggap seseorang berharga, org itu seharusnya mereject panggilannya atau setidaknya minta izin  dulu ke kita untuk angkat teleponnya. Ini berarti mereka menghargai kita

3. Tanda lain jika calon rekan bisnis kita ini baik, dia tak akan langsung berbicara ttg bisnis tetapi mengawalinya dengan basa-basi tentang kegiatan sehari-hari kita. Hal ini tandanya dia ingin mengenal dengan dekat kita sebagai calon parner bisnisnya. Selain itu, dia juga tak hanya bicara tentang dirinya sendiri (keakuan) tapi dia bisa menyeimbangkan antara bicara ttg dirinya dengan menanyakan tentang diri kita

Bukan berarti kita butuh uang banyak, jadi setiap tawaran bisnis kita terima mentah2. Guys, kalau orang itu punya etika yang baik, tidak melulu bicara bisnis , bisa menghargai waktu terutama diri kita maka itu artinya orang itu pantas jadi parner bisnis. Semoga panduannya bermanfaat ya.

Sabtu, 26 September 2015

Pendidikan Gratis Yang Membayakan Bagi Pemuda

By Heriyanto Rantelino   Posted at  03.22   pendidikan No comments
dokumentasi www.beritametro.co.id

      
      Saya tergolong orang yang suka mencoba berbagai keterampilan entah itu berhubungan dengan disiplin ilmu dan hobby ataukah hal-hal yang berada di luar ranah tersebut. Saya berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba hal tersebut, hitung-hitung mengisi waktu. Pendidikan dan keterampilan tersebut ada yang saya dapat secara gratis ada juga yang berbayar.
 Yang gratis misalnya waktu saya dapat pelatihan robotik di cyberlogic atas pertolongan salah satu seniorku di organisasi. Ada juga pelatihan gratis di kampus yang dikemas dalam bentuk mini workshop ataukah seminar yang tentunya menggandeng pihak sponsor sehingga acaranya ditanggung 100% oleh pihak sponsor. Sedangkan yang berbayar seperti ikut-ikut kursus bahasa Inggris atau seminar yang independen sehingga kalau mau join, harus keluarkan kocek dulu.
Berdasarkan pengalaman di atas maka saya membagi dua cara untuk mendapatkan keterampilan/ pendidikan yaitu secara gratis dan berbayar.
Mungkin ada yang merasa aneh ketika membaca judul artikel ini dan bertanya apa latar belakang sehingga saya menyebutkan bahwa ada pendidikan gratis yang membahayakan yang membahayakan bagi pemuda. Berikut alasan saya. Seiring dengan waktu, jumlah kegiatan yang gratis saat ini tidak sama waktu jaman-jaman rentang waktu 2008-2012. Sebagai anak yang punya keterbatasan dalam finansial, tentunya ini menjadi hambatan bagi saya untuk menimba ilmu. Saya lalu siasati dengan mendekati orang-orang yang berkompeten dan punya latar belakang  dengan bidang keterampilan yang ingin saya geluti.
            Sangat disayangkan kawan, apa yang saya pikirkan sebelumnya bahwa dengan mendekati mereka, maka saya dapat kegiatan gratis ternyata hanyalah akal bulus mereka. Ada beberapa sih yang memang gratis tapi kebanyakan ada syaratnya kawan. Layani nafsu mereka atau lakukan penipuan. Saking banyaknya saya temukan demikian, membuat saya waspada bahkan cenderung termindset dalam pikiranku bahwa ada banyak bahaya mengintai jika ingin mendapatkan pendidikan gratis. Dan saya putuskan daripada terjebak dalam dunia tersebut, mendingan gak usah. Mau belajar pengembangan diri kok malah jadinya degradasi moral.
            Saya berkesimpulan bahwa kita diperhadapkan bahwa mendapat pendidikan itu bisa berbayar atau gratisan. Secara berbayar, maka pertaruhannya adalah materi yang harus dikeluarkan sedangkan untuk gratisan, pertaruhannya adalah moral. Intinya mendapatkan pendidikan secara gratis itu susah-susah gampang. Jarang ada yang rela atau ikhlas bagi ilmunya. Sekalipun otaknya cerdas tapi kelakuannya mesum.
            Bukannya sok suci, tapi saya tipe orang yang perhitungan dan berpikir realistis. Saya mendambakan ingin memiliki  masa depan yang cerah kedepannya. saya tak mau jika saya menerima tawaran mereka maka ini bisa menjadi kecatatan saya di masa lalu, hidup tak tenang karena dikejar dosa masa lalu dan tentunya jadi mengganjal karir saya kedapan. Pesan saya, hati-hati Kawan jika ingin mendapatkan pendidikan gratis.  


Senin, 14 September 2015

Jangan Lelah Berbuat Baik ala Ibu Mathida AMW Birowo

By Heriyanto Rantelino   Posted at  19.36   sosok No comments
Ibu Mathida AMW Birowo (dok: hidupkatolk.com)




Jangan Lelah Berbuat Baik ala Ibu Mathida AMW Birowo

            Apabila engkau berbuat baik orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kaulakukan. Tetapi tetaplah berbuat baik. Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi bagaimanapun juga, terimalah apa adanya.
            Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyao musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
            Apabila engkau jujur dan terbuka , orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka. Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
            Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

            Kebaikan yang kaulakukan hari ini mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik. Berikan yang terbaik dari apa yang kaumiliki, dan itu mungkin tidak akan  pernah cukup. Namun tetap berikanlah yang terbaik. Sadarlah bahwa semuanya itu hanya ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang kaulakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.

Sumber: Becermin lewat tulisan karya Ibu Mathida AMW Birowo

Back to top ↑
Connect with Us

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
© 2013 Celoteh Anak Toraja. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.