Tampilkan postingan dengan label Orang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Menerawang Nasib dari Tanda-tanda yang terjadi di Badan ala Leluhur Toraja

By Heriyanto Rantelino   Posted at  06.16   Toraja No comments


Leluhur Toraja (dok:kampoeng-heber.blogspot.com)

Zaman dahulu, leluhur Toraja sering menyangkutpautkan  nasib dirinya dari tanda-tanda yang terjadi pada badannya mulai dari mata berkedip, tangan tiba-tiba gatal atau tak sengaja menggigit lidah sewaktu makan. Mau tahu apa arti dari kejadian tersebut ala leluhur orang Toraja, mari kita ulas satu persatu
1. Jika Anda menggigit bibir bawah atau menggigit lidah pada waktu makan, leluhur Toraja memaknainya sebagai pertanda bahwa orang tersebut akan mendapat daging.
2. Jika kelopak mata Anda bagian atas berkedip-kedip maka itu merupakan tanda bawa akan ada orang jauh yang akan datang. Sedangkan bila yang berkedip adalah kelopak mata bagian bawah maka tandanya kita akan menangis (berduka)
3. Jika telapak tangan Anda tiba-tiba terasa gatal maka itu pertanda Anda akan mendapatkan rejeki
4. Jika Anda tiba-tiba tersedak sewaktu makan, maka itu pertanda Anda sedang menjadi bahan pembicaraan orang lain di luar sana
Percaya tak percaya, inilah interpretasi dari leluhur Orang Toraja dalam membaca tanda-tanda yang terjadi pada dirinya. Semoga kisah leluhur Toraja ini dapat menambah khasanah pengetahuan kita tentang tradisi leluhur orang Toraja.

Referensi: Roh-Roh dan Kuasa-Kuasa Gaib
Artikel ini juga saya publikasikan di blog Kompasiana http://sosbud.kompasiana.com/2015/03/18/menerawang-nasib-dari-tanda-tanda-yang-terjadi-di-badan-ala-orang-toraja-712710.html

Kamis, 28 Mei 2015

Mengapa Mayat Orang Toraja Tidak Segera Dimakamkan?

By Heriyanto Rantelino   Posted at  02.10   Toraja No comments

 
Seorang Bapak Menuju Memperhatikan Peti Mati Keluarganya (dok wisatatoraja.com)
Saya mendapat pertanyaan dari beberapa teman yang penasaran dengan tradisi orang Toraja yang tidak segera memakamkan orang yang meninggal dan menahan mayat tersebut di sebuah rumah dari sebulan hingga tahunan. Menjawab pertanyaan tersebut, ada empat alasannya yaitu:

1. Kematian seorang anggota kelaurga harus dikabarkan ke seluruh keluarga baik yang ada di Toraja maupun yang ada di daerah perantauan. Ini tentunya membutuhkan waktu yang lama untuk mengabarkan dan menunggu kedatangan para keluarga. Seorang anak Toraja mempunyai kewajiban untuk hadir dan memberi penghormatan terakhir kepada ayah ibunya.

2. Seluruh keluarga diberi kesempatan untuk bermusyawarah menentukan waktu dan tingkat upacara yang akan ditentukan

3. Untuk mempersiapkan mendapatkan uang dan kesempatan membuat pondokan  bagi para pelayat

4. Untuk memberikan ketenangan pada anggota keluarga yang ditinggalkan dan para keluarga akan tersadar bahwa pada akhirnya semua manusia akan menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa

Referensi: Budaya Toraja oleh Yayasan Maraya

Back to top ↑
Connect with Us

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
© 2013 Celoteh Anak Toraja. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.