Minggu, 30 Agustus 2015

Daftar Lagu Rohani Yang Pas Ketika Kamu Mengalami Permasalahan

By Heriyanto Rantelino   Posted at  05.53   saat No comments


Salah satu pelarian saya ketika mengalami berbagai permasalahan adalah mencari referensi lagu-lagu rohani yang bisa menguatkan. Dengan lagu tersebut, saya seolah mendapat kekuatan untuk menjalani hidup ini. Berikut daftar lagu rohani yang


KETIKA KAMU MERASA KESEPIAN
Saya suka memutar lagu rohani yang bersumber dari Nyanyian Kidung Baru 173 yang berjudul  Ku Tak Dapat Maju Sendiri.
Berikut liriknya

              Melewati lembah airmata,
jalanku gelap dan ngeri;
Tuhan, pimpinanMu ‘ku dambakan
‘ku tak dapat maju sendiri.

Refrein:
‘Ku tiada tahu jalannya, Tuhan,
Engkaulah yang mengerti;
terangMu halau ketakutan,
‘ku tak dapat maju sendiri.

 2.Tiada sobat lain yang membantu,
‘ku sangat lemah dan letih;
Tuhan, berjalanlah di dekatku,
‘ku tak dapat maju sendiri.

3. Bila badai hidup menerpaku,
mentari pun tak berseri,
Tuhan, biarlah ‘ku pegang tanganMu;

‘ku tak dapat maju sendiri.
Lagunya bisa didengar di https://www.youtube.com/watch?v=vWo5mocT-ng

Sabtu, 29 Agustus 2015

Anti Nepotisme dalam Mencari Pekerjaan Ala Anak Toraja

By Heriyanto Rantelino   Posted at  19.36   prinsip 1 comment
Dok:jiphitam.wordpress.com

Banyak yang berkata kepada saya, " Eh Ryan, kok kamu tak memanfaatkan jaringanmu untuk mendapatkan pekerjaan. Kan kamu bisa cepat dapat pekerjaan tuh apalagi kenalanmu orang-orang punya pengaruh di perusahaan". 

Sebenarnya alasan saya simpel sih bahwa saya ingin mandiri dalam mencari pekerjaan dalam arti saya tak ingin ada unsur nepotisme. Saya tak mau dicap sebagai anak bawang atau anak emas ketika duduk di perusahaan tersebut. 

Sekalipun ada banyak perjuangan dan derita yang harus saya lalui, toh itu mendidikku untuk menjadi pribadi yang sabar, gigih dan profesional. Urus berkas sana sini mulai legalisir ijazah, minta tanda tangan, stempel, ke Polda urus SKCK, urus surat keterangan bebas narkoba dan buta warna di rumah sakit, keluar uang untuk biaya tes kesehatan, antri ambil nomor ujian, ke sana sini bahkan keluar daerah untuk tes dan masih banyak perjuangan lainnya untuk mengikuti tes pekerjaan. Semuanya itu saya jalani dengan ikhlas. Toh ini tak sia-sia karena dengan begini saya punya banyak kenalan baik itu di birokrasi maupun sesama peserta tes

Jika kelak saya punya anak dan cucu nantinya, saya punya banyak bahan cerita yang akan saya kisahkan kepada mereka bahwa ayah/kakek mereka adalah tipe pejuang dalam mencari pekerjaan. Setidaknya sifat profesional, sabar dan gigih itu akan saya wariskan ke mereka. 

Tidak lucu kan kalau saya cerita ke mereka bahwa saya bekerja di perusahaan tersebut karena punya kenalan orang dalam. Tentunya ini akan menanamkan mindset untuk berbuat nepotisme dan saya tak mau keturunanku kelak ada yang demikian.

Ini mungkin kedengaran sok-sokan dan sok idealis. Apapun kata orang, saya bangga menjadi diri sendiri dan mempertahankan prinsip hidup. Setiap orang kan punya pandangan masing-masing toh. Oh ya Kata teman saya yang lulus ujian bahwa ada 3 sikap utama yang harus dimiliki ketika berjuang mencari pekerjaan yaitu beriman, ikhlas, tulus dan gigih. Selamat mencari pekerjaan kawan.



Memetik Makna dari Event Job Fair

By Heriyanto Rantelino   Posted at  19.10   job No comments


Ada makna  kehidupan yang saya dapatkan ketika mengikuti event Job Fair Makassar di bulan Agustus 2015. Jangan pernah memandang remeh suatu profesi sekalipun itu hanya sales di pinggir jalan. Dalam setiap pekerjaan, ada nilai perjuangan hidup dan kemandirian di dalamnya. Perjuangan untuk menghidupi diri sendiri dan juga buat keluarga. 
Para pencari pekerjaan ingin membuktikan bahwa mereka adalah pribadi yang tak berpangku tangan dalam menghadapi hidup dan tidak ingin merepotkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Selamat mencari pekerjaan para Job Hunter.


Rabu, 26 Agustus 2015

Kisah Mengikuti Tes Pegadaian di Kendari

By Heriyanto Rantelino   Posted at  06.10   tes 2 comments


            Ada hal yang menarik  ketika saya mengikuti tes seleksi masuk salah satu BUMN, PEGADAIAN. Ini kali pertama  saya mengikuti tes di luar daerah setelah  tamat dari  Unhas 2 bulan lalu. Dari 3100 berkas lamaran yang masuk, hanya 1180 berkas yang diberikan kesempatan mengikuti tes seleksi TPA. Saya bersama teman kampusku, Tison berangkat ke Kendari menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
            Untungnya Tison menghubungi Appank sehingga lewat omnya yang bekerja di salah satu perusahaan taksi mengantarkan kami mendapatkan hotel yang dekat dengan lokasi tes. Keesokan harinya, kami berdua menuju kantor Pegadaian  mengambil kartu ujian.Boleh dikata, kami salah kostum karena kami rapi amat kayak sales-sales. Tapi saya pede aja dan buktikan bahwa sebenarnya kami sudah siap untuk kerja. Heheh
            Bertempat di salah satu sekolah Islam di Kendari, para peserta  dibagi dua sesi dan mengikuti tes dalam satu ruangan  Kebetulan saya dapat sesi satu jadi otak masih fresh
            Dikatakan bahwa hasil  seleksi  akan diumumkan malam itu juga tepat jam 10. Saya sebenarnya tak yakin akan lolos soalnya soalnya susah amat, ada 250 soal dan 30 soal diantaranya seputaran pegetahuan umum tentang pegadaian.
            Saya memilih untuk tak menunggu pengumumannya sebab saya yakin tak lolos. Entah mengapa saya tiba-tiba terbangun jam 3 subuh dan langsung iseng-iseng cek pengumumannya, astaga...saya lolos Coy.... Saya termasuk dalam 108 besar. Langsung stress soalnya paginya jam 8 saya harus  mengikuti tes  di salah satu hotel yang lokasinya beda dengan lokasi tes kemarin yaitu di hotel Plaza inn. Selain itu, tes yang akan diikuti adalah tes Psikotes dimana ada sesi gambar dan di situlah titik kelemahan saya. Saya buka semua buku tes psikotes gambar, belajar buat gambar orang, membuat gambar imajimasi lewat tes warteg, gambar pohon dan lain-lain
            Sayang sekali Tison tak lolos dan itu artinya saya yang harus sendiri ke sana. Puji Tuhan ternyata 4 orang  di hotelku juga lolos sehingga kami berbarengan berangkat.  Di lokasi, kami mengikuti tes yang memadukan kelincahan dan analisis cepat soalnya soalnya dikerjakan per bagian dengan tenggang waktu yang ditentukan. Setelah mengikuti tes psikotes tertulis, ternyata kami harus ikut tes wawancara dengan psikolog dari tim PPSDM. Peserta dibagi 2 batch, saya kebagian esok harinya.
            Saya sempat kenalan dengan beberapa peserta lainnya yang kebanyakan sudah punya pengalaman kerja yang kebanyakan berasal dari bank. Sempat minder juga, tapi saya tetap tunjukan ke mereka bahwa saya pede. Ternyata di sana, saya juga berjumpa dengan pelatih Baseballku.
            Keesokan harinya, saya pagi-pagi berangkat ke lokasi tes soalnya saya kebagian tes pertama. Saya berkenalan lagi dengan peserta lainnya. Entah mengapa, beberapa dari mereka ada yang terbuka dengan saya. Ada yang cerita tentang masa kelamnya dalam mencari pekerjaan, perjuangan hidupnya selama kerja. Mendengar kisah mereka, saya tersentuh bahwa ternyata  ada yang punya kisah seperti itu.
            Setelah mengikuti tes wawancara, saya bersama teman hotelku Ira dan Ninu pulang ke Makassar denan menumpang pesawat Lion Air. Untungnya, ada orang tua Ninu yang menjemput dan mengantar saya pulang ke rumah.
            Dua minggu kemudian, hasil tesnya keluar. Saya ternyata belum rejeki menjadi 1 dari 27 peserta yang lulus. Saya anggap ada rencana Tuhan dibalik semuanya itu. Mungkin saya harus fokus kerja perbaikan skripsiku dulu.
            Walau saya gagal, ada banyak pelajaran yang saya dapatkan selama mengikuti tes ini. Kenal dengan teman-teman kece, Ira, Amit, Ninu, Nilam, saya juga mendapat kisah inspirasi dari teman-teman peserta tes. Saya juga bisa tahu juga cara check in di bandara sampai menuju pesawat dan juga bagaimana keluar dari bandara. Saya juga akhirnya bisa pesan sendiri makanan di KFC (norak yah). Pada intinya saya diajarkan hidup mandiri. Terima kasih Pegadaian atas pengalaman ini, walau belum lulus, saya yakin mungkin Tuhan punya tempat lain yang lebih cocok dengan saya.
           



Back to top ↑
Connect with Us

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
© 2013 Celoteh Anak Toraja. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.